Acara

Lomba Seduh Kopi Manual Piala Bupati Cianjur 2017

  • 30 September 2017

Kabupaten Cianjur pernah menjadi penghasil kopi terbaik di Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Hal itu terungkap dalam kegiatan diskusi sejarah kopi Cianjur di Bumi Ageung, Cianjur, Jabar, Minggu (24/9) malam.

Ketua Panitia Festival Kopi Cianjur, Mario Devys mengharapkan berbagai pihak ikut andil mencari benang merah antara sejarah Cianjur yang sempat menjadi penghasil kopi terbaik dengan fakta saat ini, dimana lahan untuk kopinya pun sangat terbatas.

Menurut Mario, Cianjur pada masanya menjadi penghasil kopi terbesar dengan kopi yang dikenal Java Preanger. Sayangnya sejarah itu tidak terbukti dengan fakta saat ini, dimana tidak ada lahan kopi yang luas.

“Jadi belum terlihat benang merahnya. Dan itu yang kami ingin gali dari diskusi yang juga menjadi penutup dari festival kopi ini,” kata dia.

Dia mengatakan, saat ini lahan menanam kopi di Cianjur masih terbatas. Salah satu kawasan yang sedang mengembangkan kopi pun masih belum maksimal. “Jadi kalau mau kembali pun masih butuh proses,” ucap dia.

Menurutnya, dengan lahan yang terbatas, Cianjur akan kalah bersaing dengan daerah lain yang sudah terlebih dulu memproduksi kopi dan memiliki lahan yang luas. Namun kopi Cianjur bisa menang di pasaran jika kualitas yang ditonjolkan.

“Jadi kopi Cianjur bersaing di kualitas. Dengan begitu, kesejahteraan petani juga bisa terjamin. Sebab kualitas yang baik akan membuat harga kopi ikut tinggi,” ucap dia.

Dia menambahkan, pemerintah juga harus ikut andil dalam mengembangkan kopi di Cianjur.

“Tanpa dukungan pemerintah, tentunya akan sulit mengembalikan kejayaan Cianjur dari kopi ini,” tutupnya. (bay/tts)

Sumber